Kamari, kuring ngahaja kurah-koreh dina note-book, neangan file-file heubeul, sababaraha taun ka tukang. Aya sababaraha tulisan , catatan harian, jeung makalah nu pernah ditulis ku kuring nalika masih keneh kuliah, kurang leuwih 8 taun ka tukangan. Diitung-itung, aya 30 catatan lepas, 100 catatan harian, jeung 20 makalah.
Insya Allah ku kuring rek dipublish dina ieu bolog, mudah-mudahan aya manfaatna, boh keur balarea utamana mah keur kuring sorangan. Ngan kuring moal nuliskeun catetan-catetan eta teh sagembleng na, rek di pilih pokok-pokok pikiran luluguna wungkul.
01 Juli 1999
Bagaimana mungkin ,seorang ahli mesin melakukan operasi terhadap orang yang terserang tumor ganas? Ini sebuah pertanyaan sekaligus sebuah analogi terhadap keadaan bangsa kita sekarang ini. Negara kita yang sering disebut-sebut sebagai negara terbesar dan terbanyak penduduk muslimnya ternyata tidak berkutik ketika berhadapan dengan paham kapitalisme dan komunis-materialisme. Sebagian besar kita telah hanyut dalam banjir materialisme. Sungguh bagaikan orang yang telah terserang penyakit yang mematikan. Perlu seorang dokter untuk menyembuhkannya. Betul! Dokter yang serba tahu dan serba maha. Dialah Allah yang memberikan buku petunjuk teknis kehidupan berupa Al-Qur an. Kita harus kembali kepada aturan-Nya!!!
Tah ieu tulisan teh mangrupa unek-unek kuring dina mangsa nempo kana kaayaan Indonesia nu makin awut-awutan. Emang rada idealis saeutik, biasa jiwa muda. Teruskeun ah!!!
05 Juli 1999...
Interprertasi materialisme yang telah mengubah dan menggerogoti sejarah mengatakan bahwa mahluk yang bernama manusia tidak pernah ada. Manusia adalah paduan untuk memenuhi tuntutan materi di mana ia berada. Dengan begitu, manusia yang berada di lingkungan agraris berbeda dengan manusia yang hidup di lingkungan industri. Masing-masing berada dalam perasaan. pikiran, tingkah laku, dan tujuan. Tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak terpengaruh oleh tuntutan materi. Tidak ada alasan baginya untuk menghindar dari akibat yang dihasilkan oleh pemenuhan ini. Saling menolong antara masing-masing, orang menunggang kuda, menmganut suatu keyakinan agama, dan kesederhanaan berpikir merupakan ciri khas lingkungan agraris. Bebas, tidak menmganut keyakinan suatu agama atau paham spiritualisme, kecendrungan terhadpa hal-hal bersifat pragmatis, memberi kesempatan yang luas kepada pikiran dan peruasaan merupakan ciri masyarakat industri. Keyakinan agama saling tolong menolong antara individu tidak bisa diterapkan oleh orang-orang yang hidup di lingkungan industri...
Jadi ingeut kana ucapan Afrizal Malna, salah saurang penyair modern Indonesia, manehna ngomong kieu, kunaon urang ngamusuhan komunis sedengkeun kalakuan mah anggeur sarua jeung jalma-jalma komunis malah leuwih arogan tibatan jalma nu teu nganut hiji kayakinan agama. Kitu meureun kaayaan urang ayeuna teh. Dina retorika mah bangeut ceuceub kana ajaran komunis, sosialis, tapi ari dina kahirupan mah meh euweuh beda jeung jalma-jalma teu eucreug! malah leuwih angot batan IBLIS, naudzubillah!
15 Juli 1999...
Sesuatu yang menakjubkan dalam kehidupan manusia, bahwa sarana yang dapat membawa kepada petunjuk justrru menjadi sarana yang membawa kepada kesesatan. Maka tak heran jika banyak manusia pada zaman sekarang ini menjadi sesat karena ilmu pengetahuannya. Padahal, seharusnya ilmu pengetahuan mereka itu membawa kepada petunjuk dan keimanan. Bahkan ilmu pengetahuan digunakan sebagai alat untuk memerangi akidah dan menjauhkannya dari hati orang-orang bewriman. Peperangan yang dilancarkan terhadap akidah ini mengambil dua cara, yang akhirnya bertemu pada satu titik, yaitu bentuk jahiliyyah. Cara pertama dengan melalui teori-teori ilmiah yang mengatakan bahwa agama muncul dari ketidak mampuan manusia dan kebodohan orang-orang untuk menguasai anak-anak yang belum dewasa, maka sudah tiba saatnya tugas ini kini diambil alih oleh ilmu pengetahuan, agama tak lebih dari dongengan dan klenik yang harus ditinggalkan.
Ke dua, juga masih termasuk dengan teori ilmiah yang mengatakanm bahwa kehidupan modern sudah mampu menciptakan aturan-aturan sosial dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip ilmuah. Zaman sekarang sudah tidak membutuhkan aturan-aturan agama yang kadang benar dan kadang salah kadang sesuai dan kadang tidak. Kalaupun agama masih dibutuhkan, ia hanya berguna bagi individu...
Mani katara pisan, kuring kacida idelaisna nalika umur 20 tahunan mah! Biasa...gejolak maum muda urban,hehehehe...!
Saterusna...
16 Juli 1999...
Kita melihat bahwa teori ilmiah untuk mengatur suatu masyarakat secara keseluruhan ada dalam cakupan akidah. Selagi masyarakat dibiarkan sendiri untuk berjalan maka ia tidak akan bisa berdiri pada fondasi bangunan: yang satu hanya terbatas pada kepentingannya sendiri yang beertugas untuk saling mengkaji realitas yang menguatkannya dan mengaitkannya.
Beuuuu! Ceuk si Soma mah, tokoh kocak dina film Inohong di Bojongrangkokng.....
Tah sakieu heula tulisan kuring, KURAH-KOREH.....isuk jaganing geto rek dituluykeun kana bagean 2....
Kota Pelabuhan Tahun 2007
Recent Comments